Mengapa Motivasi Belajar Naik Turun?


Tanpa sadar terkadang kita sering merana karena motivasi belajar (learning motivation) selalu naik turun. Bahkan di saat-saat tertentu terkadang motivasi belajar berada pada titik nadir. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal-hal apakah yang bisa membuat motivasi belajar tidak bisa stabil? Tulisan ini khusus membahas motivasi belajar Pelajar sekolah menengah ke atas, orang dewasa atau mahasiswa.

Kompleksnya urusan kehidupan terkadang mempengaruhi semangat untuk belajar. Semakin bertambah usia, semakin besar pula urusan yang membelitnya sehingga semangat untuk belajar sering kali jatuh bangun. Di bawah ini ada 4 hal yang bisa mempengaruhi motivasi belajar:

1. Beban hidup

Tidak sedikit mahasiswa yang harus mengencangkan ikat pinggang erat-erat supaya bisa terus bertahan kuliah. Tidak sedikit pula yang harus banting tulang untuk membiayai sendiri kuliahya dan juga harus andil untuk menjalankan ekonomi keluarganya. Beban hidupyang begitu berat seringkali menurunkan motivasi belajar. Dampak paling buruk adalah tidak sedikit mahasiswa yang memutuskan untuk berhenti kuliah untuk bekerja.

2. Beban kuliah 

Awal mengikuti suatu perkuliahan adalah masa-masa yang indah. Namun, masa-masa indah tersebut bisa berubah 180 derajat dalam hitungan sesaat setelah ekspektasi mahasiswa berbeda jauh dengan keadaan lapangan. Contohnya: mahasiswa mengetahui siapa dosen yang akan mengampu mata kuliah tersebut dan juga beban dari suatu mata kuliah yang dirasakan terlalu tinggi atau bahkan dirasakan terlalu mudah. Oleh karena itu tidak heran jika tidak sedikit mahasiswa yang keluar dari suatu mata kuliah atau sering kali bolos tidak datang saat perkuliahan karena memang tidak tertarik lagi untuk mempelajari suatu mata kuliah. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang rela untuk tidak lulus suatu mata kuliah karena motivasi belajarnya memang sudah hilang sama sekali.

3. Tujuan kuliah yang tidak jelas

Tidak sedikit mahasiswa yang tidak memiliki orientasi atau tujuan yang jelas mengapa dia kuliah dan mengambil jurusan tertentu. Tidak sedikit pula yang kuliah sebatas ingin membahagiakan orang tuanya. Kondisi mahasiswa seperti ini sangat labil sekali. Mahasiswa dengan tujuan kuliah tidak jelasakan  memiliki motivasi belajarnya yang cenderung untuk turun daripada naik.

4. Pergaulan mahasiswa

Motivasi belajar terkadang terjun bebas karena masalah sepele seperti kasus ‘jatuh cinta’ yang dialami oleh mahasiswa. Sangatlah wajar ketika seorang mahasiswa tertarik dengan lawan jenis, jika dilihat dari segi usia. Namun, satu hal yang perlu dicatat baik-baik adalah dampak dari ketertarikan pada lawan jenis terhadap motivasi belajarnya. Seorang mahasiswa bisa sama sekali hilang semangat belajarnya ketika cintanya ditolak atau saat kisah cintanya sukses.

Kami menyimpulkan jika motivasi belajar adalah sesuatu yang sangat sensitif. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberlangsungan motivasi belajar, baik dari dalam (internal) ataupun luar (external). Utamanya, semua kembali kepada diri mahasiswa itu sendiri (internal factors) dalam mengelola kegiatan perkuliahannya (self-regulated learners). Jika ada orang tua sangat kawatir dengan motivasi belajar anak-anak mereka, lebih baik lakukan pembicaraan baik-baik dengan mereka. Secara umum sebagai manusia berTuhan, sebaiknya kita terus berdoa supaya diberikan kemampuan untuk mengatasi semua permasalahan yang berhubungan dengan motivasi belajar.

Sumber : Graha*Belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s