Wawasan Tentang Kabupaten Tegal

ImageKabupaten Tegal adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang beribukota di Kota Slawi dan terletak sekitar 14 km di sebelah selatan Kota Tegal.

Sejarah

Kabupaten Tegal dikembangkan dari sebuah desa kecil bernama Tetegual. Modernisasi desa dimulai pada 1530-an awal, dan akhirnya menjadi bagian dari Kabupaten Pemalang

Kabupaten Tegal berdiri pada tanggal 18 Mei 1601 pada saat Ki Gede Sebayu diangkat sebagai juru demung di Tegal oleh Sultan Mataram dan mulai membangun daerah ini.

Geografi

Bagian utara wilayah Kabupaten Tegal merupakan dataran rendah. Di sebelah selatan merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Slamet (3.428 meter) yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Di perbatasan dengan Kabupaten Pemalang, terdapat rangkaian perbukitan yang tidak terlalu terjal. Di antara sungai besar yang mengalir adalah Kali Gung dan Kali Erang, keduanya bermata air di hulu Gunung Slamet.

Pembagian administratif

Secara administratif pemerintahan, Kabupaten Tegal terdiri atas 18 kecamatan dan dibagi lagi menjadi 281 desa dan 6 kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Tegal berada di KecamatanSlawi. Sejak berdiri, pusat pemerintahan Kabupaten Tegal berada di Tegal. Namun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1984, pusat pemerintahannya dipindahkan dari wilayah Kota Tegal ke Kecamatan Slawi. Mulai akhir tahun 1989, Kecamatan Slawi dikembangkan menjadi Ibu kota Kabupaten Tegal.

Penduduk

Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten terpadat di Jawa Tengah. Sebaran populasi terutama di sekitar Kota Tegal maupun sepanjang jalan raya Tegal – Slawi. Dalam kehidupan sehari hari masyarakat Tegal menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan dengan Dialek Tegal.

Transportasi

Kabupaten Tegal dilalui jalur utama pantura, dan Tegal juga merupakan persimpangan utama dari pantura menuju arah selatan Jawa Tengah, sepertiPurwokerto, Kebumen, dan Yogyakarta.

Kabupaten Tegal juga dilalui jalur kereta api lintas utara. Sedang lintas selatan, melalui sebagian wilayah Kabupaten Tegal, yakni di Prupuk, KecamatanMargasari dengan stasiun utama Stasiun Prupuk . Jalur kereta api Tegal – Slawi – Prupuk sampai saat ini masih berfungsi, namun bukan untuk kereta api penumpang melainkan untuk mengangkut bahan bakar minyak milik Pertamina.

Perekonomian

Di Kabupaten Tegal banyak sekali industri rumah tangga, diantaranya : pengecoran dan pengerjaan logam di daerah Talang dan Adiwerna, tekstile (konveksi & tenun tradisional), shuttlecock di daerah Dukuhturi, furniture, dan gerabah (barang pecah belah). Selain itu warga Tegal banyak juga yang berusaha di sektor pertanian (padi, palawija, bawang, cabe, dan tebu) dan perkebunan terutama di Tegal bagian selatan. Khusus untuk perkebunan banyak dilakukan masyarakat Kecamatan Bumijawa dan Bojong. Di sektor kelautan dan perikanan, nelayan Tegal yang kebanyakan dari mereka adalah warga Kecamatan Suradadi mencari ikan di Laut Jawa sampai ke Laut Tiongkok Selatan (kepulauan Riau). Hasilnya tangkapan mereka jual ke pelabuhan perikanan (pelelangan ikan) Jakarta, Cirebon, Pekalongan dan Tegal sendiri. Ada juga pabrik industri bahan baku kapur tulis dan bubuk di daerah Margasarisebagai pemasok utama bubuk di Kabupaten Tegal.

Masyarakat Tegal (khususnya daerah pesisir) juga banyak yang membuka usaha tambak ikan bandeng dan udang windu. Mereka juga menjual nener/ benur (bibit ikan bandeng). Di sektor peternakan, masyarakat Tegal banyak mengusahakan peternakan ayam (pedaging & petelur), Itik Tegal (jenis Indian Runner) untuk suplai industri telur asin di Brebes. Ternak kambing, sapi dan kerbau banyak diusahakan secara tradisional oleh masyarakat pedesaan di Tegal.

Masyarakat Kabupaten Tegal banyak yang merantau ke kota kota lain di pulau Jawa terutama Jakarta dan pulau pulau lainnya. Warga Tegal lebih suka menjadi wira swasta, sebagian besar membuka usaha Warung Tegal (Warteg) mereka tergabung dalam Kowarteg (Koperasi Warung Tegal), penjual martabak telor (biasanya warga kecamatan Lebaksiu), dan lain-lain. Setiap menjelang hari raya idul fitri warga Tegal mudik dari kota kota yang menjadi tempat usahanya, mereka akan membawa uang hasil usaha dan kerja selama di perantauan. Selama masa masa mudik itulah ekonomin Kabupaten Tegal menjadi lebih semarak perputaran uangnya, ekonomi menjadi lebih dinamis.

Tempat Menarik

  • Alun-alun Slawi (AAS), berupa taman dengan air mancur yang sangat besar, ramai di hari Minggu pagi dan malam minggu berlokasi di depan halaman pendopo Kabupaten Tegal.
  • Monumen Perjuangan GBN di Procot
  • Pusat Perdagangan Ruko Slawi di pusat kota
  • Pasar Baru Slawi
  • Mutiara Cahaya (MC) supermarket pertama di pusat kota Slawi
  • Dedy Jaya Plaza Slawi, berada di Jl. Ahmad Yani, Procot
  • MAKO BRIGIF-4 (Markas Komando Brigade Infanteri)
  • Bioskop Singa dan Rama (eks)
  • Tambun (Pertigaan Taman Bunga)
  • Bundaran Patung Obor di Pakembaran
  • Stadion Tri Sanja
  • Masjid Agung di depan monumen GBN
  • SD (dahulu SD Putri) Negeri 4 dan 5 Slawi (peninggalan Belanda)
  • SDN Procot 01 (peninggalan Belanda) di Jl Nangka No.3 Procot
  • Gunung Gantungan Kec. Jatinegara, Tempat beberapa Menara ( Station Relay ) TV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s