Mengembangkan Diri lewat Rihlah

Oleh : Perwitasari, ibu dari Faizah (5D), Uwais (3C), Thoriq (1C)
Rihlah meskipun arti kata sebenarnya adalah istirahat. Akan tetapi sebagai sebuah istilah,
rihlah dimaksudkan sebagai kegiatan rekreasi yg memberi sarana menyegarkan hati dan
pikiran. Biasanya rihlah dilakukan dengan mengunjungi tempat wisata di alam terbuka yg
memberi suasana baru yg berbeda dengan hari-hari biasa.
Banyak manfaat yg bisa diperoleh dari rihlah, antara lain :
• Refreshing, dpt menghilangkan kejenuhan yg menghambat produktifitas
• Menambah pengetahuan, utk memperluas wawasan
• Menumbuhkan rasa syukur kepada Allah
• Ukhuwah, dlm perjalanan bersama akan bertambah taaruf pada saudara
• Kematangan sosial emosi, khususnya dlm berinteraksi dgn banyak orang
• Menyehatkan badan, dgn memberi sarana olah raga & oksigen bagi tubuh
Jadi rihlah yg baik bukan sekedar jalan-jalan atau mencari suasana baru. Tetapi sedapat
mungkin memberi beberapa manfaat bagi pesertanya. Jangan sampai setelah rihlah, hanya
mendapat keletihan. Bila manfaat rihlah tercapai, Insya Allah rasa letih tidak akan terlalu
terasa. Bukankah emosi positif akan menghasilkan energi positif ? Kalau belum percaya,
buktikan saja ! RIHLAH YUKK … !!!

RIHLAH YG BERMANFAAT
Oleh : Bp. Bambang Sunaryo, Psikolog UI & Ortu Murid
Ketika diajak jalan-jalan rekreasi ke puncak ada seorang teman yg menolak. Alasannya,
hal itu membuang waktu. Katanya lebih baik melakukan sesuatu yg lebih bermanfaat.
Begitulah ada sebagian orang yg berkeinginan utk melakukan kegiatan penyegaran
dgn cara pergi atau meninggalkan rutinitas yg membuatnya jenuh. Ada pula yg
berpendapat bahwa kegiatan seperti itu pemborosan waktu dan sumber daya lainnya,
termasuk uang. Bahkan ada yg lebih ekstrem memandang hal seperti itu sebagai bentuk
kemubadziran dan melarikan diri dari tugas !!
Manakah yg benar ? Tentunya keduanya punya alasan masing-masing. Mana yg bisa
mengemukakan manfaat yg dihasilkan, barangkali itulah yg benar, atau setidaknya lebih
bisa diterima. Jadi sebenarnya tak ada yang salah atau benar secara mandiri.
Karena itulah sebaiknya kita kembalikan kepada prinsip bahwa segala sesuatu yg kita
lakukan selayaknya bernilai ibadah. Sesuai firman Allah tentang fungsi penciptaan kita
untuk beribadah semata-mata (Adz Dzariat : 56)
Ibadah punya kriteria sukses utk diterima oleh Allah SWT, yakni (1) niatnya – karena
Allah, (2) kaifiyat (tata cara)nya – lengkap & tak ada penyimpangan, (3) mutu dan
manfaatnya – diselenggarakan dgn baik dan bermanfaat. Karena itulah apapun yg kita
lakukan dalam nuansa ibadah disebut amal sholeh (dari kata ishlah yg artinya perbaikan,
bukan sekedar kebaikan).
Karena itulah rekreasi atau yg kita sebut rihlah, harus punya fungsi edukatif, yg berarti
memberikan manfaat perbaikan atau peningkatan. Dan diharapkan, sebagai sebuah
kegiatan terprogram, rihlah dapat memberikan kontribusi perbaikan pada amal sholeh yg
utama (pekerjaan). Dan ini sebaiknya, sebagaimana program pada umumnya, perlu
dievaluasi dampaknya.
Dengan pola pikir seperti inilah kita bisa memenuhi tuntutan sang waktu, yakni dengan
tidak menyiakannya, tetapi mengisinya dengan amal sholeh (perbaikan/peningkatan).
“ Demi masa (yg terus berjalan), sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali mereka
beriman dan beramal sholeh, dan saling mengingatkan dengan kebaikan dan saling
mengingatkan dengan kesabaran.” (QS. Al Ashr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s