Memperluas jangkauan RT/RW-Net

sumber : forum dudung,

Sekarang mari kita sedikit bercerita tentang perkembangan RT/RW-Net yang sudah dibangun dari contoh simulasi pembangunan RT/RW-Net sebelumnya.

Kisah babak baru dimulai…
Sudah setahun RT/RW-Net yang saya diberi tanggung jawab sebagai admin server RT/RW-Net gotong-royong warga setempat. Sekarang saya ditemani 2 teknisi yang standby di Kantor RW (ruang Server) yang bertugas untuk maintanance dan technical support bagi para warga pelanggan RT/RW-net ini, mereka berdua lulusan SMK teknik dan SMA yang pada saat perekrutan teknisi RT/RW-net untuk mendampingi saya, masih pengangguran karena untuk melanjutkan ke jenjang PT mereka tidak memiliki biaya, oleh karenanya ketika pengurus RT/RW menginkan saya ditemani, saya mengajukan 2 orang ini yang merupakan rekomendasi teman saya. Upah saya akhirnya ikut naik juga ;))

Suatu hari pengurus RT/RW warga setempat memberitahukan saya ada beberapa warga kelurahan tetangga sebelah yang menginginkan koneksi murah sharing internet dari RT/RW-net di sini. Jarak dengan kelurahan sebelah sekitar 2-4 km dari BTS server RT/RW-net, dan wilayah berada diluar pusat kota, termasuk wilayah pinggiran kota atau sub-urban sehingga koneksi internet broadband sangat minim. Dan saya diminta untuk membuat proyek koneksi sharing internet broadband ke warga kelurahan sebelah terlaksana.

Belum seminggu proyek ini terlaksana pengurus RT/RW setempat mendapat permohonan bantuan dari pengurus RW dari kelurahan “Maumaju”, Agar bisa memfalitasi untuk koneksi internet broadband ke wilayah mereka yang berada di luar kota sekitar 8-9km arah selatan dari BTS RT/RW-Net gotong-royong warga sini. Selain itu mereka juga ingin agar salah satu sekolah yang terbaik di daerah mereka mendapatkan juga koneksi internet untuk Lab komputernya dan pekerjaan administrasi lainnya, karena jika menggunakan berlangganan internet dengan perangkat VSAT (satelit) relatif lebih mahal, maklum wilayah kelurahan ini termasuk rural area jadi jarang ada infrastruktur ISP besar yang sudah masuk menawarkan koneksi internet broadband yang relatif murah untuk bisa diandalkan. Jarak sekolah ini sekitar 11km lebih ke selatan dari BTS Rt/RW-net ini.

Akhirnya tugas saya bertambah, mengerjakan proyek dengan tujuan:
1. Menambah jangkauan wilayah untuk koneksi internet sebagian warga kelurahan sebelah yang berjarak 2-4km
2. Memberikan koneksi internet warga kelurahan “Maumaju” di luar kota yang berjarak 8-9km
3. Memberikan koneksi internet ke sebuah sekolah di kelurahan “Maumaju” yang berjarak sekitar 11km (berada di Wilayah kelurahan “Maumaju”)
4. Menambah bandwidth internet broadband untuk koneksi di kelurahan “Maumaju” di luar kota.

Untuk penyelesaian di atas saya menawarkan sebuah solusi.
1. Untuk menjangkau wilayah kelurahan tetangga saya mengajukan untuk menambah beberapa AP baru.
2. Untuk menjangkau wilayah kelurahan “Maumaju” di luar kota saya mengajukan untuk menambah 1 BTS dengan beberapa AP di wilayah kel. “maumaju untuk sharing bandwidth ke warga sekitar. (membuat tower BTS “Maumaju”)
3. Untuk koneksi ke sekolah cukup sebuah radio WLAN P2P dengan BTS “Maumaju”sebagai AP dan sebuah radio WLAN di di gedung sekolah sebagai klien.
4. Menambah bandwith dari 2 ISP baru.


contoh implementasi WLAN P2P/PTP dan P2MP/PTMP


contoh implementasi WLAN P2P/PTP

Simulasi teknis dan biaya

Mari kita simulasikan dari segi teknis dan perhitungan biayanya. Saya mengajukan sebagai berikut:

1. Untuk memperluas jangkauan P2MP RT/RW-net ke wilayah kelurahan tetangga yang berjarak 2-4km
a) menambah sebuah routerboard dengan 3 radio AP mini PCI WLAN+antena external sectoral 120° kelas menengah dipasang di tower dengan ketinggian 20-25m.
– 1 buah Routerboard + 3 buah radio mini PCI WLAN Rp. 3.000.000,- (dengan OS mikrotik)
– 3 buah antena sectoral 120° kelas menengah @Rp. 800.000,- x 3= Rp. 2.400.000,-
b) menambah sebuah AP untuk P2P ke BTS baru kelurahan “Maumaju” jarak 7-8km
– 1 buah radio AP WLAN indoor/outdoor Rp. 950.000,-
– 1 buah antena grid/parabolic Rp. 450.000,-
Total biaya: Rp. 6.800.000,-

2. Untuk menjangkau wilayah kelurahan “Maumaju” di luar kota saya mengajukan untuk menambah 1 BTS sebagai Repeater/remote (tanpa server baru) dengan beberapa AP di kelurahan “maumaju” dengan jarak 9km.
– Tower triangle untuk BTS dengan tinggi 25m @5m Rp. 1.000.000,- x 5= Rp. 5.000.000,-
Memasang 3 buah AP radio WLAN indoor/outdoor+antena external sectoral high gain 120° untuk jarak hingga 5km wilayah kelurahan “Maumaju” untuk sharing dengan klien warga sekitarnya.
– 3 buah radio WLAN outdoor @Rp. 600.000,- x 3= Rp.1.800.000,- (sudah termasuk POE)
– 3 buah antena external sectoral 120° high gain @ Rp. 1.200.000,- x 3= Rp. 3.600.000,-
– 1 rol kabel LAN 300m Rp. 1.000.000,-
– 1 switch 8 port Rp. 350.000,-
– 1 box Rj-45 isi 50 Rp. 80.000,-
– 1 buah PC admin/operator (optional)
– 1 buah radio WLAN outdoor untuk P2P ke sekolah Rp. 950.000,-
Total Biaya: Rp. 12.780.000,- (tidak termasuk PC admin)

3. Untuk koneksi dari sekolah ke BTS “Maumaju” dengan jarak 2km cukup sebuah radio WLAN outdoor untuk P2P.
– 1 buah Radio WLAN outdoor Rp. 950.000,-
– 1 buah cable router/PC router untuk sekedar sharing internet di LAB komputer Rp. 500.000- Rp. 1.000.000,-
– Kabel LAN secukupnya (dari stok kabel di BTS “maumaju”)
Total biaya: Rp. 1.950.000,-


contoh koneksi WiFi P2P dengan 2 buah BTS. 1 titik sebagai server utama, 1 titik lagi sebagai remote/repeater (tidak ada server)

4. Menambah bandwith baru dari 2 ISP. Saya mengajukan koneksi line utama ISP via WiFi dan koneksi cadangan/tambahan dari koneksi internet via modem 3.5G/HSDPA.

Dari simulasi di atas, BTS RT/RW-net gotong-royong merupakan server-router utama, sedangkan 1 BTS di kelurahan “Maumaju” hanya sebatas remote/repeater AP, tidak menggunakan server-router baru. Jadi untuk sementara settingan koneksi klien dari AP BTS “maumaju” diremote dari server-router RT/RW-net gotong-royong, begitu pula pengelolaaan bandwidth tetap dilakukan di router utama. Hal ini untuk memudahkan pengawasan karena bisa jadi kita belum punya SDM yang bisa langsung ditempatkan di BTS baru untuk menggunakan server-router sendiri, dikarenakan juga bandwidth berasal dari RT/RW-net gotong-royong. Mungkin suatu saat nanti BTS “maumaju” memiliki server sendiri, untuk sementara cukup 1-2 orang teknisi ditempatkan di BTS “maumaju”. :)

Skema Simulasi Memperluas Jangkauan RT/RW-Net


gambar di atas adalah skema model simulasi terakhir

Dari skema simulasi terakhir bisa kita lihat dan rangkum dari cara untuk memperluas jangkauan Rt/Rw-net;
1. Untuk P2MP bisa dengan AP WiFi dengan antena high gain (sectoral), jangkauan idealnya hingga 3km maksimal sekitar 5km
2. Untuk jarak klien lebih dari 5km maka lebih baik dengan model P2P, dengan AP dengan antena high gain (sectoral) seperti grid/parabolic atau radio WLAN outdoor antena built-in high gain. Umumnya sudut pancaran antena untuk P2P jarak jauh < 45°.
3. Untuk mengkoneksi klien dengan jarak lebih dari 5km umumnya diperlukan sebuah tower atau kalau perlu membangun BTS Repeater baru agar sinyal radio WLAN bisa diterima dengan baik (LOS) dan bandwidth internet bisa disebar lagi ke wilayah sekitarnya.
3. BTS yang berfungsi sebagai Repeater hanya sekedar memperpanjang AP dari server BTS utama. Seluruh radio AP di BTS repeater termasuk juga radio WLAN klien yang terhubung ke BTS Repeater ini umumnya bisa diremote dari PC admin/Operator di BTS Server.
4. Manajemen bandwidth internet dan pemberian IP address klien yang terhubung ke BTS repeater tetap berada sepenuhnya di BTS server utama.
5. 4 buah line koneksi internet dari BTS utama ke ISP dengan media yang berbeda-beda bisa digunakan bersamaan sekaligus untuk mensharing bandwidth internet ke semua klien lewat PC router.
6. Idealnya sebuah RT/RW-Net cukuplah untuk sekedar melingkupi wilayah untuk radius 1km-5km, disamping agar biaya perawatan BTS dan di klien tidak besar dan mudah aksesnya, dibalik itu semua juga ada semangat untuk berbagi dengan masyarakat untuk mendirikan BTS rt/rw-net di lingkungannya sendiri dan menyalurkan di wilayahnya masing-masing untuk mempercepat akses internet broadband dari wilayah urban ke suburban hingga ke wilayah rural.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s